Monday, March 10, 2014

Kisah tentang Flu

Beberapa minggu lalu flu menyerang a'il bertubi-tubi..disamping karena cuaca dan mungkin daya tahan tubuh a'il yang lagi ga fit bikin a'il batuk pilek ga kelar-kelar.. minggu pertama a'il flu karena ketularan ART, sudah sedikit pulih ternyata saya tertular a'il, selesai saya flu a'il malah makin menjadi-jadi. puncaknya pada minggu kedua a'il demam, a'il yang biasa aktif jadi lemas tak bergairah dan seharian a'il cuma mau nenen saja. Akhirnya saya menyerah untuk ke dokter karena demam a'il tak kunjung turun walaupun sudah diberi parasetamol. Diagnosa dokter menunjukan a'il kena radang tenggorokan, dari resep dokter itu alhamdulillah demam a'il reda dan dia mulai bisa beraktifitas kembali seperti biasa.

  
a'il ketika flu

Karena begitu hebohnya flu yang menularkan virusnya ke semua penghuni rumah (except ayah) saya jadi penasaran apa sih flu itu?..

***

Kisah Flu

Kisah flu ini saya ambil dari buku The Baby Book dr. Sears
Apakah kuman misterius yang menyebabkan anak susah tidur, orang tua tidak bisa bekerja dan dokter di telepon? Flu dalam istilah medis disebut infeksi saluran pernapasan bagian atas, disebabkan oleh kuman tipe infeksi virus maupun infeksi bakteri. Mikroba ini menyebabkan lapisan saluran pernapasan terkena infeksi. Sambil bersarang di dalam selaput yang lembab ini, kuman memperbanyak diri. Lapisan bereaksi terhadap penyerbuan kuman ini dengan mengeluarkan lendir kental dan terjadi pembengkakan, inilah penjelasan adanya nafas yang ribut serta terjadinya pilek dan badan yang menjadi sakit.

Lendir yang menyerupai cairan terus keluar, dan menghasilkan sebutan hidung berair. Lendir juga mengalir ke dalam sehingga menyebabkan tetesan cairan hidung bagian belakang, perasaan gatal di kerongkongan, suara parau, dan batuk. Jika kuman bergerak lebih jauh memasuki rongga saluran pernapasan, terjadilah pembengkakan dan lendir di dalam sinus dan telinga. Akhirnya kuman ini membuat penetrasinya yang paling dalam ke dalam cabang tenggorokan dalam paru-paru, dan lapisan yang membengkak mempersempit saluran udara, sehingga napas menjadi tersengal-sengal.

Sekarang tubuh siap untuk bertarung kembali. Refleks dalam saluran udara menyebabkan batuk dan bersin, senjata tubuh untuk mengeluarkan lendir dari tubuh. Pada umumnya setelah batuk, bersin,dan beringus selama beberapa hari, tubuh memenangkan pertempuran itu, flu pergi, dan semua yang ada di dalam rumah dapat tidur kembali dengan tenang.

Tetapi kadang-kadang kuman ini berkeberatan untuk pergi tanpa lebih banyak pertempuran, dan tubuh mengerahkan pasukan yang bertenaga lebih tinggi untuk menjalankan peperangan yang lebih hebat. Sel-sel darah putih, pembersih tubuh, maju ke "medan pertempuran" dan menyerang kuman yang berkubang dalam lendir. Hasil sampingan dari perkelahian ini adalah yang akan mengganggu anak tidur dan membuat ibu tidak dapat tidur serta tidak dapat melakukan pekerjaan. Dalam bahasa medis, hal itu disebut sebagai mucopurulent (lendir yang mengandung nanah); dalam istilah orang tua, lendir kental.

Sekarang, masalah dengan lendir kental adalah bahwa lendir kental itu tidak mudah dikeluarkan dengan mudah seperti kerabat dekatnya, lendir yang sangat encer. Lendir kental hanya menghambat jalan pernapasan. Kemudian lendir itu semakin mengental dan memperoleh lapisan warna yang berbeda---hijau. Ketika lendir berubah warna menjadi hijau, ini bermakna kuman lain memperoleh keuntungan dari kotoran yang tebal ini --- medium sempurna untuk tempat tumbuh kuman. Seperti  rumput liar yang dipupuk, bakteri berkembang dalam bahan yang lengket seperti lem, dan berkubarlah bendera infeksi hijau dan kuning: hidung beringus hijau dan cairan berwarna kuning yang keluar dari mata. 

Demam adalah tanda bahwa tubuh sedang mengerahkan senjatanya guna melawan infeksi besar. Dalam posisi ini, pertempuran ada di titik balik. Pertahanan tubuh dan obat di rumah mungkin memenangkan pertempuran, dan flu teratasi dalam beberapa hari berikutnya, hanya meninggalkan sisa bersin yang berulang kali dan batuk. Atau penyakit mungkin semakin menyebar, dan kondisi anak semakin parah. Pada umumnya dalam kondisi ini, ibu atau ayah mencari penyembuhan yang lebih baik. Dokter memberi resep antibiotik yang dapat mencapai sasaran dengan tepat dan membunuh kuman. Selagi pejuang utama melakukan pekerjaan ini, lendir yang agak encer berubah menjadi lendir yang sangat encer, jalan lintasan yang bengkak menyusut, dan baby bisa bernafas ke,bali dengan baik--- dan begitu pula orang tua.

***

Cara flu ditularkan

flu dapat ditularkan melalui udara dimana kuman flu berkendara di atas balon air yang berukuran mikroskopik dan terombang ambing di udara untuk dihirup oleh anak yang berada dalam jarak penularan flu. Kuman juga menular melalui perantara tangan, anak A menggosok hidungnya yang beringus dengan menggunakan tangan, dia bersalaman dengan anak B lalu menggosok hidungnya dan kuman memulai menemukan hunian baru untuk memulai invasi.

Flu diperkirakan lebih sering terjadi pada musim dingin, namun udara dingin bukanlah penyebab. Penjelasan yang lebih mungkin adalah bahwa anak-anak semakin sering berkumpul bersama pada musim dingin dan lebih banyak tinggal di dalam rumah dengan udara yang lebih kering dan tidak beredar dengan baik.

***

Perawatan flu

Banyak ketidaknyamanan yang disebabkan oleh flu adalah karena adanya lendir tebal yang menghalangi saluran pernafasan yang sempit.  Seperti air yang tenang dalam kolam yang macet serta menjadi dasar pembibitan semua jenis organisme, begitu juga lendir pada anak-anak. Lendir yang terjerat menyediakan zat gizi bagi bakteri untuk memperbanyak diri dan akhirnya menyebabkan infeksi bakteri. Oleh karena itu perawatan ditujukan agar lendir tetap bergerak melalui salauran udara yang bergerak. Aturan utama dari perawatan flu yaitu pertahankan lendir agar tetap encer dan bergerak.

Inilah caranya

Pembersihan hidung.
Karena pada umumnya bayi tidak mampu membersihkan hidung sendiri, orang tua harus melakukan untuk mereka. Untuk anak diatas satu tahun oarang tua dapat memakai teknik tiup lilin dengan menggunakan hidung, orang tua dapat mencoba menekan bibir anak agar menutup selagi meniup sehingga aliran udara akan keluar dari hidungnya. Untuk anak dibawah satu tahun, dapat menggunakan alat penyedot ingus yang dijual dipasaran. Jangan menyedot ingus dengan mulut, karena itu menambah kuman yang masuk dalam tubuh anak.

Pengenceran
Udara kering dan saluran pernafasan yang kecil bukanlah teman sekamar yang baik. Saluran pernafasan di lapisi dengan filamen kecil disebut silia, yang diatasnya berjalan lapisan lendir. Sistem perlindungan ini bertindak seperti miniatur ban berjalan yang memindahkan serpihan kain dan partikel lain dari udara yang dihisap kala bernafas. Udara kering terutama dari pusat sistem pemanasan bertindak seperti spons yang meresap kelembapan dari semua bagian tubuh, efeknya udara kering menghentikan ban berjalan ini. Lendir berkumpul dalam gumpalan dan bertindak sebagai medium untuk tempat tumbuh bakteri sehingga timbulah pembengkakan yang menyumbat saluran udara yang mengakibatkan kesulitan bernafas. Uap air membuka saluran pernafasan yang tersumbat dan membantu mengalirkan lendir. Alat penguap dapat membantu mengencerkan lendir sehingga memudahkan mereka untuk mengeluarkannya sambil bersin atau batuk. atau bawa anak ke kamar mandi, tutup pintunya, nyalakan pancuran air hangat, dan nikmati mandi uap bersama.



alat uap


***

Memahami dan memilih obat flu

Obat tetes atau penyemprot hidung yang mengandung dekongestan.
Obat ini mengerutkan pembuluh darah di dalam lapisan hidung dan mengempiskan selaput yang bengkak, dengan begitu melegakan hidung yang mempat. Pada bayi, bahkan yang baru lahir, obat tetes hidung dapat digunakan dengan aman.

Dekongestan
Dengan digunakan secar oral, dekongestan mengurangi lapisan saluran pernapasan mengerutkan pembuluh darah yang meluas dan mengurangi lendir. Tetapi efeknya mungkin menurun bila penggunaannya berlebihan, beberapa penelitian telah menunjukan bahwa dekongestan mencampuri tindakan silia. Bila dekongestan diberikan dalam dosis yang tinggi, obat ini mungkin mempercepat sistem tubuh, menyebabkan denyut janung yang lebih cepat, hiperaktivitas, kegelisahan serta tidak dapat tidur.

Antihistamin
Seperti namanya, antihistamin menghambat aksi histamin, substansi yang diproduksi ketika alergen berhubungan dengan lapisan saluran pernafasan yang peka terhadap alergi. Anti histamin mungkin efektif bila gejala yang dialami anak berkaitan dengan alergi, tetapi mungkin tidak terlalu efektif pada flu.

***

Kapan Menghubungi Dokter

Apa petunjuk yang ditampilkan flu?
Hari pertama sampai ketiga, hidung berair dan anak gelisah. Tetapi pada hari kelima, lendir mengental dan anak menjadi tenang; dan gejala lain muncul; demam, anak rewel, penampilan tampak kurus. Pergilah ke dokter bersama anak. Flu yang tidak perlu dicemaskan pasti akan menjadi baik dalam waktu 3 sampai 5 hari, flu yang perlu dicemaskan adalah yang semakin menjadi buruk.

***

Bagaimana berbicara dengan dokter tentang flu pada anak

Ketika berkomunikasi dengan dokter, siapkan fakta tentang flu yang tersedia:

  • Kapan flu mulai?
  • Bagaimana perkembangannya? Apakah menjadi lebih baik, lebih buruk atau tetap sama?
  • Berapa banyak flu mengganggu tidur, aktivitas bermain, dan selera makan anak?
  • Apa yang merupakan sifat alami pengeluaran cairan dari hidung? Apakah jernih dan terus mengalir atau kental, kuning, hijau, dan hidung beringus, dan untuk berapa lama hal itu telah terjadi?
  • Apakah ada tanda dan gejala lain seperti demam, mata berair, batuk, sakit telinga, pucat, lesu, sakit tenggorokan, kelenjar bengkak, ruam, muntah terus menerus, atau mengantuk? 
Pastikan mengkomunikasikan sakit anak secara rinci, kadang-kadang anak  hanya secara kebetulan bertindak seperti anak sehat selama 5 menit kunjungan dokter tetapi sangat sakit sebelum dan setelahnya. Dalam kasus ini dokter mungkin tidak memiliki gambaran yang benar tentang kondisi penyakit yang sesungguhnya, riwayat yang orang tua ceritakan dapat membantu.

Sekian kisah tentang flu, semoga orang tua semua dapat memahami dan mengambil langkah yang tepat ketika anak flu.. :)



Tuesday, February 4, 2014

Tamasya ke Banten Lama


Selalu ada cerita dibalik sebuah foto...
foto ini diambil hari minggu kemarin tanggal 2 februari 2014
seperti yang dilihat, ibu dan a'il sedang naik kereta tamasya. ya..kami mau pergi tamasya bersama keluarga besar H.M Fadil dan warga kampung palasem, kita mau pergi tamasya ke Banten Lama. Sudah dapat ditebak, a'il senang tak terkira naik kereta tamasya ini. A'il duduk paling depan disamping pak supir, mirip lagu naik delman yaa..hehee..
Untuk menuju Banten Lama, dari rumah kita perlu 1 jam perjalanan naik kereta tamasya ini. Alhamdulillah cuaca hari itu tidak hujan dan tidak panas, angin sepoi-sepoi dari jendela kereta yang di design terbuka menambah sejuk perjalanan kali itu. Sepanjang perjalanan a'il excited banget liat mobil truk, mobil molen dan bus selama perjalanan menuju Banten Lama.





Dalam perjalanan menuju Banten Lama kami melewati tanah persawahan yang hijau membentang, elok dipandang membuat mata segar. Ternyata kalau mau cuci mata itu seharusnya ke tempat yang seperti ini, bukan mall yang menurut saya bikin mata malah tambah lelah.

Selain itu kami juga melewati vihara avalokita, yang merupakan klenteng tertua di Banten. Menurut informasi yang di dapat, vihara avalokita ini di bangun pada tahun 1952 untuk memenuhi keperluan masyarakat tionghoa di Banten pada masa itu. Vihara Avalokitesvara memiliki jadwal-jadwal peribadatan di mana pada hari tersebut klenteng ramai dikunjungi oleh para Umat Buddha dari seluruh penjuru Indonesia. Klenteng ini biasanya sangat ramai pada bulan dua, enam, dan sembilan setiap tanggal 19 pada penanggalan Cina atau yang biasa disebut sebagai Lunar Kalender. Pada bulan-bulan tersebut dirayakan Hari Ulang tahun Dewi Kwan Se Im Po Sat, Hari Mencapai Kesempurnaan Dewi Kwan Se Im po Sat dan memperingati meninggalnya Dewi Kwan Se Im Po Sat.
 Di ke tiga hari besar tersebut, klenteng tidak hanya ramai oleh umat Buddha yang beribadah tapi juga banyak pedagang  dari luar kota maupun warga sekitar yang mengais rejeki dari acara peribadatan tersebut. Tidak hanya itu saja, selain ke tiga tanggal terebut vihara ini juga biasa ramai dikunjungi saat perayaan Tahun Baru Cina dan Cap Go Meh. Pantas hari itu kelenteng tampak sepi, mungkin masyarakat tionghoa sudah kesana tahun baru imlek kemarin.

Menuju Banten Lama kami juga melewati Danau Tasikardi. Danau ini dibuat pada masa pemerintahan Panembahan Maulana Yusuf (bertahta 1570-1580 M), sultan Banten kedua dan merupakan tempat peristirahatan sultan dan keluarganya. Peranannya ganda, yaitu menampung air dari Sungai Cibanten demi pengairan sawah, dan memasok air ke keraton dan masyarakat sekitarnya. Air Danau Tasikardi dialirkan ke Keraton Surosowan melalui pipa yang terbuat dari tanah liat dan berdiameter 2,40 meter. Sebelum digunakan, air disaring dan diendapkan di tempat penyaringan khusus yang disebut pengindelan abang atau "penyaringan merah", pengindelan putih dan pengindelan emas.






Sebelum mencapai tujuan utama yaitu masjid Agung Banten, kita melewati Benteng Surosowan. Benteng ini berupa dinding pembatas setinggi 2 meter yang mengitari area keraton sekitar kurang lebih 3 hektar. Surosowan mirip sebuah nteng Belanda yang kokoh dengan bastion (sudut benteng yang berbentuk intan) di empat sudut bangunan. Bangunan dinding keraton tidak lagi utuh, hanya menyisakan runtuhan dinding dan pondasi kamar-kamar berdenah persegi empat yang jumlahnya puluhan. Keraton ini dibangun sekitar tahun 1522-1526 pada masa pemerintahan Sultan pertama Banten, Sultan Maulana Hasanudin dan konon juga melibatkan ahli bangunan asal Belanda, yaitu Hendrik Lucasz Cardeel, seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang memeluk Islam yang bergelar Pangeran Wiraguna .
Keraton Surosowan ini memiliki tiga gerbang masuk, masing-masing terletak di sisi utara, timur, dan selatan. Namun, pintu selatan telah ditutup dengan tembok, tidak diketahui apa sebabnya. Pada bagian tengah keraton terdapat sebuah bangunan kolam berisi air berwarna hijau, yang dipenuhi oleh ganggang dan lumut. Di keraton ini juga banyak ruang di dalam keraton yang berhubungan dengan air atau mandi-mandi (petirtaan). Salah satu yang terkenal adalah bekas kolam taman, bernama Bale Kambang Rara Denok. Kolam Rara Denok berbentuk persegi empat dengan panjang 30 meter dan lebar 13 meter serta kedalaman kolam 4,5 meter. Ada dua sumber air di Surosowan yaitu sumur dan Danau Tasikardi yang terletak sekitar dua kilometer dari Surosowan.





Setelah 1 jam perjalanan sampailah kita ke tujuan, Banten Lama. Semula kita (ibu dan a'il) berencana melihat masjid agung banten dan menaranya yang tersohor itu, tapi karena pengunjungnya ramai dan padat sekali renacana itu kita urungkan. Jadinya kita main ke museum situs kepurbakalaan yang masih berada di komplek masjid agung banten. Awalnya saya enggan masuk ke museum ini dan hanya berniat main di lapangan bersama a'il, lagipula a'il juga sudah senang di rumput hijau lapangan museum. Ketidak tertarikan saya untuk masuk museum karena saya sudah pernah masuk sebelumnya di tahun lampau, dan penataan benda-benda di museum itu kurang menarik untuk dilihat.
Selain lapangan hijau yang luas, dihalaman museum kita juga bisa melihat beberapa situs kepurbakalaan Banten Lama seperti meriam amuk dan batu nisan cina.

 



Bosan bermain di halaman museum kita akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam museum,saya juga ingin memperkenalkan kepada suami dan a'il tentang budaya Banten Lama. Tiket masuk museum sangat murah, hanya RP. 1000,- saya berfikir harga itu cukup wajar mengingat terakhir saya kesini benda-benda peninggalan itu tidak terawat dan tidak indah dipandang.
Namun saya salah, ternyata museum sudah di renovasi. Display benda-benda museum pun baru, hingga menarik untuk dilihat. Gambar-gambar tentang penjelasan berbagai situs kepurbakalaan juga sangat menarik hingga tidak membosankan untuk di baca. Kita malah senang foto jeprat-jepret sana-sini karena display yang bagus dijadikan objek pemotretan. Selain itu museum kini juga sudah dipasang pendingin ruangan (AC) sehingga pengunjung betah untuk berlama-lama. A'il juga cukup senang kesana kemari melihat benda-benda seperti gamelan dan guci besar, dasar anak kecil disini a'il paling tertarik melihat lampu-lampu kecil yang ditaruh untuk menunjang benda-benda itu semakin terlihat bagus.


Sudah jauh datang ke Banten Lama sepertinya kurang lengkap untuk bercerita masjid yang satu ini. Masjid Agung Banten Masjid Agung Banten adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Masjid ini dikenali dari bentuk menaranya yang sangat mirip dengan bentuk sebuah bangunan mercusuar. Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda cina yang juga merupakan karya arsitek Cina yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.
Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sulatan Ageng Tirtayasa dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin dan lainnya.
Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid ini. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara-acara seperti rapat dan kajian Islami dilakukan di sini. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang pusaka.

Setelah puas dan lelah bermain, kita memutuskan untuk pulang. Alahmdulillah banyak pelajaran yang kita dapat dalam perjalanan ini. Walaupun hari itu kita belum berkesempatan masuk ke dalam komplek masjid Agung Banten tapi kita cukup puas bisa jalan-jalan keliling Banten Lama naik kereta tamasya. A'il cukup puas bermain hari itu, di dalam kereta tamasya yang menuju rumah a'il pun tertidur lelap.

Sunday, February 2, 2014

Pengapuran plasenta pada kehamilan??

Sesuai janji saya pada artikel sebelumnya, saya mau sedikit sharing tentang pengapuran plasenta niiih..

Sebelumnya saya mau cerita waktu saya hamil a'il dulu yaa..
Saya menikah pada tanggal 19 November 2011, terakhir saya haid sebelum menikah itu tanggal 10 november 2011. Lewat sebulan saya menikah ternyata saya tak kunjung haid juga, setelah telat 3 minggu dari jadwal haid saya bersama suami mencoba test pack kehamilan dan Alhamdulillah hasilnya saya positif hamil.
Hamil saya ini gak seperti orang kebanyakan yang ditandai mual dan muntah-muntah (orang jawa bilang ngidam,orang inggris bilang morning sick), jadi ya gak ketauan kalau hamil..hehee..
Ini mungkin dari do'a ibu saya yang minta kalau saya hamil jangan dikasih "mabok" tapi dikasih "ngebo" alias doyan makan. Karena hamil saya yang tidak terlalu bermasalah jadi baru menginjak minggu kelima belas saya memeriksakan kandungan ke dokter.
Saya memeriksakan kandungan pertama kali ke dr. RM. Syafei . SpOG di RSIA Kurnia cilegon, alhamdulillah janin dalam kandungan saya berkembang sehat dan oleh dr. Syafei saya dijadwalkan untuk memeriksakan kandungan saya setiap bulan.

Hingga pada minggu ke-28 saya atas saran ibu saya memutuskan untuk pindah konsultasi ke bidan katherine di Rumah Bersalin Imanuel, pertimbangannya pada saat itu karena ibu saya pernah melahirkan adik saya dengan bidan katherin yang pada saat itu masih berdinas di RS. Krakatau Medika. Pertimbangan lainnya agar saya lebih nyaman dalam proses melahirkan karena ditangani oleh seorang wanita, di RSB Imanuel juga sudah ada dokter kandungan juga dan sudah ada fasilitas untuk operasi caesar apabila terjadi sesuatu pada proses melahirkan.

Pertama kali saya memeriksakan kehamilan di bidan katherin pada usia kehamilan 28 minggu, progres kehamilan saya masih baik. Kenaikan berat badan masih terkendali dan posisi janin pun sudah baik. Saya dijadwalkan untuk memeriksakan kembali kandungan saya 1 bulan lagi.

Pada minggu ke-31 saya kembali memeriksakan kandungan saya, progres serta posisi janin sudah baik sesuai perkembangan dan karena sudah diatas 30 minggu saya dijadwalkan untuk rutin 2 minggu sekali memeriksakan kandungan.

Pada minggu ke-33 sesuai jadwal saya memeriksakan kembali kandungan saya, dari foto USG bidan katherin mendiagnosa kandungan saya mengalami pengapuran plasenta grade I. Pada saat itu saya tidak percaya begitu saja, kemudian saya direkomendasikan untuk memeriksakan kandungan saya ke dr. Arif Rahman SpOG.


sebelum saya memeriksakan kembali kehamilan saya ke dokter kandungan, saya mencari tahu apa itu pengapuran plasenta karena saya dan keluarga benar-benar baru mendengar nama penyakit ini. Sebagai orang awam saya mencari tahu pengapuran plasenta dari mesin pencari google, dan inilah penjelasan yang saya dapat :

Pengapuran Plasenta = Deposit Kalsium

Apa itu pengapuran plasenta? Pengapuran pada plasenta merupakan tanda menuanya plasenta yang bisa dilihat saat pemeriksaan USG. Akan tampak seperti bintik putih yang tersebar dari dasar plasenta hingga permukaannya.


Pengapuran plasenta sebenarnya deposit kalsium, akibat pecahnya pembuluh darah kecil yang pecah sehingga terjadi penimbunan kalsium. Bila terjadi pada trimester ketiga usia kehamilan, pengapuran plasenta masih dianggap normal. Dapat berbahaya jika terjadi pengapuran pada awal kehamilan.

Deposit ini bisa menyebabkan jaringan plasenta yang ditempatinya menjadi jaringan ikat. Deposit ini juga bisa menyumbat pembuluh darah di plasenta. Bukan tidak mungkin, malfungsi plasenta ke janin  menjadi buruk. Pun asupan nutrisi dan oksigen yang semustinya diterima janin menjadi terhambat.


Derajat Kematangan Pengapuran


Pengapuran tersebut diklasifikasikan dengan derajat maturasi (kematangan) plasenta dan ini berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu, janin, dan plasenta itu sendiri. Derajat maturasi ini tidak berkaitan dengan umur kehamilan. Pada kehamilan 41 minggu merupakan hal yang normal bila terdapat gambaran derajat maturasi III.

Jangan panik dulu, kalsifikasi plasenta sendiri secara USG dikategorikan menjadi 4 grade. Grade : 0 = tidak ditemukan kalsifikasi; 1 = terlihat sedikit gambaran kalsifikasi; 2 = ditemukan dengan mudah kalsifikasi setengah lingkaran dan grade 3 = banyak ditemukan kalsifikasi berbentuk lingkaran.

Jika terjadi kalsifikasi plasenta grade 3 pada trimester II, perlu mendapat perhatian. Biasanya untuk kasus seperti ini dilakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan bayi untuk memastikan tidak adanya gangguan pertumbuhan.

Akibat Rokok dan Stres?

Moms yang memiliki kebiasaan merokok atau menjadi perokok pasif dapat memengaruhi timbulnya pengapuran plasenta. Pasalnya rokok mengandung nikotin dan dapat menyebabkan kerusakan dimana pembuluh darah akan menyempit. Akibatnya suplai oksigen ke janin menjadi terhambat. Perkembangan janin pun ikut terhambat.


Apalagi, bila Moms mengalami stres karena ada hormon stres (cortisol) yang keluar yang bisa  menyebabkan pembuluh darah menjadi kecil, menyempit, daya tahan tubuh (imunitas) juga menurun. Namun ini hanya kemungkinan, karena sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Dampak yang Terjadi

Bila aliran darah dan kondisi plasenta tidak berfungsi optimal sebagaimana mestinya tentu pertumbuhan janin jadi terhambat. Bila pertumbuhan janin terhambat di awal kehamilan, biasanya janin terlihat lebih kecil, jumlah sel juga tidak sebanyak jumlah sel pada bayi-bayi normal.

Perlu diketahui, proses pertumbuhan bayi ada dua fase, yakni fase pembentukan sel (hiperfasi),  kemudian fase pembesaran sel (hipertropi). Bila gangguan seperti pengapuran plasenta terjadi pada  awal kehamilan, tentu fase pembentukan sel menjadi terhambat.


Itulah penjelasan yang saya dapat, kemungkinan besar saya mengalami pengapuran plasenta karena saya menjadi perokok pasif di lingkungan kerja saya yang notabene 100% kaum prianya adalah perokok aktif. Kesal memang menjadi perokok pasif, tapi saya tak punya kuasa untuk menghentikan mereka merokok. Saya hanya bisa mengurangi masuknya asap rokok dengan memakai masker di lingkungan kantor.

Setelah saya sedikit tahu apa itu pengapuran plasenta, saya bersama suami memeriksakan kandungan saya ke dr. Arif Rahman. Menurut dr.Arif dari hasil USG memang terlihat ada pengapuran plasenta, beruntungnya kehamilan saya sudah di trismester III jadi pembentukan sel pada janin sudah terbentuk sempurna. Namun menurut beliau apabila pengapuran plasenta ini semakin parah, kemungkinan terburuk janin harus segera dilahirkan karena semakin banyak pengapuran pada plasenta janin tidak bisa mendapatkan asupan makanan dan tidak dapat asupan oksigen. Kemudian saya dijadwalkan untuk memeriksakan setiap minggunya, untuk mengetahui perkembangan pengapuran plasenta pada janin saya.


Pada minggu ke-36 saya kembali memeriksakan kandungan ke dr. Arif, pada saat itu pengapuran plasenta masih pada taraf aman. dr. Arif hanya memberi suplemen kehamilan saja, karena memang tidak ada obat yang dapat diberikan untuk meminimalisir pengapuran plasenta.

Pada minggu ke-37 saya memeriksakan kandungan, pengapuran plasenta pada kehamilan saya ternyata makin bertambah. Dokter memvonis apabila semakin buruk maka saya dijadwalkan untuk melahirkan pada minggu ke-38, kurang 3 minggu dari HPL. Mungkin karena ini kehamilan pertama saya jadi panik mendengar vonis tersebut, pada saat itu saya masih memiliki keinginan untuk lahir secara normal dalam arti tidak lewat caesar dan menunggu jabang bayi ingin keluar sendiri. Namun apa daya saya lebih takut akan terjadi hal yang buruk dengan bayi saya jadi saya ikut saran dokter, tapi sebelumnya saya menanyakan apa ada opsi lain yang memungkinkan saya dapat melahirkan secara normal. Dokter memberikan opsi saya untuk di induksi agar dapat melahirkan normal walaupun belum waktunya. Pada saat itu saya belum memutuskan apa-apa, saya ingin mendiskusikan masalah ini terlebih dahulu dengan keluarga saya sebelum memutuskannya.

Pada minggu ke-38 sesuai jadwal pemeriksaan, tanggal 26 juli 2012 saya kembali memeriksakan kandungan saya ke dr. Arif. Saya berdo'a hasil pemeriksaan hari itu agar baik-baik saja dan saya dapat melahirkan secara normal sesuai HPL (Hari Perkiraan Lahir, ketika usia kandungan 41 minggu) yaitu sekitar tanggal 17 Agustus 2012, namun saya juga sudah siap mental dengan kemungkinan bahwa saya harus melahirkan hari itu.

Pukul 10.00 pagi saya berangkat ke Rumah Bersalin Imanuel diantar suami dan mama menumpang mobil paman saya yang kebetulan searah dengan kantornya. Saya menunggu dr. Arif  kurang lebih 1 jam karena beliau masih praktek di Rumah Sakit Sari Asih, kebetulan pagi itu hanya saya yang menjadi pasiennya. Setelah diperiksa dengan alat USG, ternyata pengapuran plasenta yang saya alami semakin parah. Foto USG menunjukan bercak putih pengapuran sudah 50% memenuhi plasenta. Menghitung usia kehamilan saya yang sudah 38 minggu dan perkiraan berat janin yang sudah mencukupi untuk dilahirkan, dokter menyarankan saya untuk melahirkan hari itu juga. 

Opsi pertama untuk melahirkan dengan di induksi, semoga bayi dapat dilahirkan secara normal. Setelah berembuk dengan suami dan mama, kami memutuskan ikut saran dr. Arif. Hari itu masih dalam bulan ramadhan, saya masih menjalankan ibadah puasa. Jam 12 siang saya akhirnya berbuka puasa, setelah di induksi saya diberi makan oleh perawat agar saya punya tenaga untuk melahirkan nanti. Bersama suami yang selalu setia menemani, saya masuk ruang melahirkan untuk di induksi. Setelah di induksi,  bidan katherin selalu mengecek pembukaan dan mengontrol detak jantung bayi saya. Hingga 6 jam setelah di induksi, tanda-tanda melahirkan seperti mulas tidak kunjung datang. Pembukaan saya juga tidak naik-naik, hanya sampai pembukaan 1 saja. Saya mulai cemas, detak jantung bayi saya juga semakin tidak stabil. Ba'da maghrib setelah suami saya berbuka puasa dr. Arief meminta suami untuk berbicara empat mata, tentu saja saya semakin cemas takut terjadi sesuatu dengan kandungan saya. Sekembalinya berbicara dengan dr. Arif, suami memberitahukan saya bahwa dokter memberikan opsi agar saya melakukan operasi caesar, karena bayi dalam kandungan saya sudah kekurangan oksigen dan apabila tidak segera dikeluarkan khawatir akan kehabisan oksigen. Naluri seorang ibu mengharuskan saya memutuskan untuk melakukan operasi caesar agar bayi saya dapat lahir dengan selamat. Kemudian saya di jadwalkan untuk operasi caesar pukul 20.30 karena saya harus puasa terlebih dahulu sebelum melakukan operasi, saya ingat malam itu suasana ramai dengan petasan anak-anak sehabis pulang tarawih. Pukul 20.45 saya masuk ruang operasi, tiada hentinya saya berdo'a agar saya dan bayi saya selamat dan sehat. Pukul 21.05 karena hanya dibius lokal, untuk pertama kalinya saya mendengar tangis anak saya. Dokter anestesi bilang, bayinya laki-laki. Tidak terasa air mata saya menetes, bahagia sekali rasanya.



Kemudian bayi laki-laki itu kami beri nama Mikail Rafisqy Haryanto, lahir dengan berat badan 3,25 Kg dan panjang 50cm. Alhamdulillah bayi kami lahir sempurna tanpa kurang suatu apapun.
 


Itulah sedikit cerita tentang kehamilan dan kelahiran anak saya a'il, semoga cerita saya ini bisa bermanfaat dan dijadikan bahan pelajaran untuk yang membaca dan tentunya untuk saya juga apabila hamil lagi..heheee..

Oh ya, ada sedikit tips kehamilan untuk para bumil, tentu saja ini sepengalaman saya yaa..semoga bermanfaat.. ;)

Tip Sehat ala BuMil

Pengapuran plasenta memang tak bisa diduga datangnya. Yang bisa Moms lakukan adalah menjaga kondisi kehamilan sebaik mungkin, antara lain:
1. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau penyedap rasa.
2. Makanlah makanan yang sehat seperti sup, sayur bayam atau masakan lainnya yang terbuat dari bahan-bahan pilihan. Pun saat mengonsumsi buah-buahan atau daging atau ikan, pilihlah yang masih segar. Makanan yang sehat tak harus mahal loh!
3. Lakukan olahraga meski tidak setiap hari. Bila perlu ikutilah program senam hamil.
4. Hindari rokok.
5. Hindari stres selama hamil.
6. Istirahat yang cukup.
7. Tak kalah pentingnya, rajin-rajinlah berkunjung ke dokter Anda selama hamil guna memantau ada gangguan atau kelainan selama hamil.

Thursday, January 23, 2014

Hamil lagi??..

mau curhaaat..mo bahas soal berat badan niiih..ga ngerti kenapa bahasan 2 hari ini soal berat badan muluuu..huks..😭

mau cerita masa lalu dulu nih soal berat badan..
dari kecil saya termasuk orang yang paling susah banget naik berat badan, badan bukan kurus lagi tapi cungkring (bahasa jawa). Jaman sekolah dulu ampe punya cita2 mo naikin berat badan segala saking pengen punya timbangan diatas 36 Kg, segala cara untuk naikin berat badan juga dicoba kayak makan teratur dan banyak ngemil tapi tetep aja berat badan ga tembus angka 40 kilo.

Nah..itu cerita dulu pas berstatus pelajar dan mahasiswa..
Masuk dunia kerja tahun 2010, timbangan badan saya masih 38 kilo. Terlihat kecil di banding teman kantor lainnya. Atasan saya sampai bilang, kalau kerja dikantor ini berat badan harus naik coz itu jd index kalau kita nyaman di kantor ini. Pada saat itu memang salah satu kegiatan yang paling oke itu acara makan bersama, kita suka jalan keluar bareng temen kantor tuk makan siang. Alhasil setahun bekerja berat badan naik jadi diatas 40 kilo, sudah ideal menurut saya.. 😄

Nah sekarang mau cerita setelah maried yaa..
setelah menikah, alhamdullah saya langsung diberi kepercayaan sama Alloh untuk hamil. Kebetulan hamil saya itu termasuk kategori hamil yang doyan makan bukan yang suka mual2 (morning sick) kalau orang jawa bilang hamil ngebo, segala macam makanan bisa masuk bahkan keinginan untuk makan itu semakin menggila..hehe
Dan taraaaa.. pastilah berat badan saya naik banyak, tapi karena lagi hamil jadi saya woles saja dengan berat badan, malah tambah seneng kalau berat badan naik coz asumsi saya janin saya bisa tumbuh sehat..
sampai di usia kandungan 7 bulan saya harus sedikit mengerem nafsu makan saya karena dikhawatirkan bayi saya terlalu besar sehingga nantinya sulit untuk dilahirkan secara normal. Usia kandungan 7 bulan,berat baby diperkirakan sudah 2,5 kilo dan berat badan saya sudah naik 15 kilo.
A'il lahir diusia 38 minggu, ketika kandungan 34 minggu kandungan saya divonis pengapuran plasenta (silahkan googling dulu tentang penyakit ini,lain waktu saya tulis tentang hal ini di blog) sehingga baby saya harus dilahirkan kurang 3 minggu dari jadwal lahirnya. Berat lahir a'il pada saat itu 3,25kg dengan panjang 51cm.

Kenaikan berat badan saya masih bersisa 12 kilo setelah melahirkan, sempat turun 2 kilo di 1 bulan pertama gegara dicekokin telor 6 biji tiap hari untuk mengeringkan jaitan pasca melahirkan bikin jadi males makan. Di bulan kedua suami n mama mulai khawatir sama pola makan yang gitu-gitu aja, mengingat saya harus menyusui jadi asupan makan juga harus seimbang. Untuk menaikan nafsu makan, selain doktrin "sekarang kamu jangan mikirin diri sendiri, kamu harus mikirin bayi kamu juga" mama juga rajin buatin jamu kunyit, beras kencur dan temulawak. Alhasil..bisa ditebak, nafsu makan meningkat dan berat badan pun naik drastis.. 😅

Saking drastisnya berat badan ini naik, hampir semua orang yang baru ketemu lagi setelah punya anak pasti pertanyaannya "lagi hamil lagi nis??.." dan saya cuma bisa jawab "saya tambah gendut,bukan hamil lagi" hadeuuuh.. 
untung ada alibi "lagi menyusui.." Hahaaa..
Padahal asumsi banyak makan banyak ASI itu gak sepenuhnya bener, ASI itu kalau mau banyak ya kita harus happy. tapi ternyata kesenangan saya untuk saat ini ya ketika perut kenyang, alhasil ya jadi melar deh..heheee..
yang repot kalau berat badan melar gini yang bukan cuma omongan orang, tapi baju  yang pada gak muat. over budget untuk beli baju baru jadinya, ditambah lagi menyusui jadi baju harus khusus untuk ibu menyusui (busui) dan baju jenis ini masih jarang ada n kalau ada mahal aja harganya. Selain itu juga baju-baju kalau bentuk badan nelar gini koq kayaknya ga ada yang pantes untuk dipake, jadi males deh untuk ngaca..😭
tapi yang buat saya sangat bersyukur itu dukungan dari suami, alhamdulillah dy gak protes saya tambah gendut..malah kata dy saya tambah seksih dan demplon..hahaa..😉
mamacih loh yah dukungannya., 😘

tapi yang paling penting untuk saya saat ini adalah a'il anak saya, biarlah saya tambah gendut dan tak berbentuk. Prioritas utama saya ASI saya lancar dan cukup untuk a'il, cuma 2 tahun koq. Setelah 2 tahun kan bisa ngecilin badan lagi, atau sekalian hamil lagi aja ya..hahaaa..😄


Tuesday, January 7, 2014

Happy Holiday

Mau cerita tentang liburan akhir tahun kemarin aaah...
liburan akhir tahun kemarin ibu, ayah dan a'il pulang kota ke bandung, ke rumah eyang uti dan eyang kakung. Liburan kita dimulai dari tanggal 26 desember-30 desember, rencana awalnya ke bandung memang untuk kangenan sama eyang di bandung, tapi kalau ke Bandung gak pake jalan-jalan itu kayaknya ga afdhol yaa..hehee..

Liburan kali ini mungkin temanya back to nature with minimalist budget..hohooo..
Dengan budget yang minim, kita bisa berlibur yang murah meriah dengan fasilitas yang disediakan oleh pemkot badung sekalian belajar tentang alam..

hari pertama tanggal 27 desember seharian kita di rumah aja kangen-kangenan sama eyang, tante dan oom, ayah n ibu ngajak a'il jalan sore ke taman monumen depan gedung telkom. Taman ini memang sudah ada sejak lama, fasilitasnya ga banyak berubah sejak zaman saya kuliah. Ada taman dengan bunga warna-warni, tempat duduk santai, track batu untuk refleksi kaki dan yang paling disuka a'il itu air mancur. taman telkom ini cukup luas, tidak ada selokan, jalan berubin batu sehingga tidak licin dan  rerumputan sehingga aman untuk anak bermain. ditaman ini banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh warga sekitar, seperti anak-anak yang bermain bola, pemuda-pemudi yang berolah raga, para lansia yang jalan sore, anjing yang diajak jalan oleh majikannya atau orang yang hanya duduk ditaman sambil sambil mengobrol. Di taman ini a'il main lari-larian, seneng banget keliatannya. he looks like free, macam ayam di lepas dari kandangnya. ditaman ini a'il bisa belajar nama-nama bunga, belajar bersosialisasi dengan anak-anak yang sedang bermain disana, main kejar burung yang sesekali hinggap mencari makan dan kenal sama anjing yang lagi jalan-jalan. Yang pasti sih di taman ini ibu dan ayah juga ikut olah raga ngejar-ngejar a'il yang lari kesana kemari..hehee..




hari kedua tanggal 28 desember, kebetulan saya ulang tahun hari itu dan cuaca cukup cerah..Jadi mo ajak a'il ke tempat yang lebih spesial. Pilihan tujuan wisata hari itu adalah bonbin taman sari (kebon binatang yang deket kampus ITB itu loooh..) atau farm field lactasari yanga ada di gardenice PVJ (Paris Van Java). Karena mempertimbangkan kenyamanan tempat, kami memutuskan pergi ke farm field lactasari. Gardenice lactasari itu sejenis farm, adanya di rooftop PVJ dimana kita bisa main bareng hewan-hewan macam kambing, sapi, kelinci, marmut dan anjing siberian husky. Untuk masuk farm ini kita dikenakan biaya Rp. 50.000/anak dan 1 pendamping dewasa, untuk pendamping tambahan dikenakan charge Rp. 10.000. Biaya masuk itu sudah termasuk sekeranjang kecil sayuran berisi potongan wortel dan sawi serta 1 botol susu. Disini a'il bermain bersama hewan-hewan, ngasih makan kambing, kelinci dan sapi. Disini a'il belajar biar gak takut sama hewan, sayang sama hewan dan gimana merawat hewan ternak. Pertama masuk sih a'il agak-agak takut untuk pegang hewan, tapi lama-lama berani juga untuk pegang-pegang kelinci, kasih wortel ke kelinci, kasih  sawi ke sapi dan yang paling lucu sih pas dia kasih dot susu ke kambing, ekspresinya takut-takut tapi penasaran gitu. Sudah puas bermain, karena gardenice lactasari ini berada di area mall PVJ jadi kita terusin deh jalan-jalannya di PVJ sembari window shoping dan makan siang tentunya.



Hari ketiga tanggal 29 desember, ini hari terakhir dibandung coz tanggal 30 kita akan pulang ke cilegon. Karena eyang masih mau kangen-kangenan jadi kita pergi keluar gak lama-lama, cuma biar a'il gak bosen aja di rumah. Selepas makan siang di swiss butcher jl. Riau, kita sempatkan mampir ke taman lansia dan taman pustaka bunga di jl. Cilaki belakang gedung sate. Kalau taman lansia sih standar kayak taman-taman lain, cuma di taman ini pohonnya besar-besar jadi adeeem banget rasanya. Kurang seru sih kalau buat anak-anak, ya namanya juga taman lansia jd cocoknya ya buat lansia yaa..
Dari taman lansia kita beralih ke taman pustaka bunga, taman ini dulunya bagian dari taman lansia. Oleh Walikota baru (Bpk. Ridwan Kamil) bekerjasama dengan para petani bunga, taman ini disulap jadi taman pustaka bunga. Sesuai namanya ditaman ini ditanami bermacam-macam jenis bunga, ada bunga amarylis, anggrek, mawar, krisan, dafodil dan aneka ragam bunga cantik lainnya. Di taman ini a'il banyak belajar nama bunga, tumbuhan dan aneka warna bunga, yng paling seru sih foto-foto di taman ini coz warna bunganya itu cantik-cantiiik banget. Kebetulan hari itu di taman pustaka bunga sedang dilakukan gladi resik untuk peresmian taman pustaka bunga tanggal 30 desember 2013 oleh walikota bandung, jadi kita gak bisa main lama-lama deh disana.



Yupp..akhirnya liburan akhir tahun pun usai, tanggal 30 Desember kita sudah harus pulang ke cilegon. Liburan kali ini dengan budget minim ail bisa puas main dan banyak belajar. Semoga kita dikasih kesempatan untuk mengunjungi Kota Bandung lagi nanti, untuk nengok eyang dan main lagi ke tempat wisata lainnya di bandung..

See ya bandung..

Thursday, January 2, 2014

Nama dede siapa?..

ini sebenernya late story tentang panggilan my baby boy "Mikail Rafisqy Haryanto"..
pengen cerita dulu nih kenapa my baby boy dikasih nama "Mikail Rafisqy Haryanto" yaaa..

alkisah, ada sepasang suami istri yang sedang menantikan kelahiran anaknya pertamanya. Hingga usia kehamilan 36 minggu nama calon anak itu belum ditemukan juga yang pas dihati. Semua pihak seperti kakek, nenek, oom, tante dan teman-teman mencoba menyumbangkan saran, membeli buku nama-nama bayi dan browsing melalui media mbah google pun di coba.. tapi belum juga ada yang pas menurut pasangan suami istri itu.
Hingga suatu hari tatkala suami istri tersebut sedang santai mencari sebuah nama di salah satu akun rumah sakit yang menyediakan mesin pencari nama dan artinya, ditemukanlah sebuah nama "Rafisqy" yang dalam bahasa arab bermakna kesempurnaan. Suami istri itupun sepakat untuk menjadikan nama tersebut sebagai nama tengah anaknya kelak, untuk nama akhir sudah diputuskan sejak awal akan memakai nama akhir ayahnya "Haryanto".
Karena ingin memakai tiga suku kata, tinggal nama depan yang belum ditentukan. Suami istri tersebut ingin memakai nama islami tetapi tidak terlalu berat untuk disandang, awalnya mengingat nama ayahnya "Wahyu" mereka ingin memberi nama salah satu malaikat pemberi wahyu yaitu "Jibril" tapi nama tersebut sama dengan nama anak teman si ayah. Kemudian mereka ingat ada nama yang indah, nama salah satu malaikat yaitu malaikat pemberi rezeki "Mikail". Jadilah sepasang suami istri tersebut memberi nama anak mereka " MIKAIL RAFISQY HARYANTO" yang bermakna "malaikat pemberi rezeki yang sempurna putra haryanto" mereka berharap anak tersebut akan menjadi malaikat pemberi rezeki yang memiliki kesempurnaan.

Itulah sepenggal kisah dari nama "Mikail Rafisqy Haryanto"  putra pertama kami.
untuk nama panggilan, awalnya suami ingin memanggil dengan nama "mika" tapi nama panggilan itu terdengar seperti anak perempuan dan kayak nama plastik. Selain itu anak-anak tetangga dirumah ibu mertua di bandung banyak yang pakai nama panggilan itu, lalu kami memutuskan memanggil bayi kami "rafis", walaupun oom, tante, tetangga kadang memanggilnya mikail (mungkin karena biasa manggil pake nama depan).

Hingga suatu saat, ketika rafis sudah bisa berbicara satu dua kata. Kami iseng bertanya "nama dede siapa??.." dan orang disekitar menyebutkan nama "mikail" lalu serta merta my baby boy jawab "a'il..dede a'il" 

aaah..akhirnya my baby boy memilih nama panggilannya sendiri "a'il" jadilah sampai sekarang kami memanggilnya "a'il" dan setiap ditanya orangpun dia memperkenalkan diri dengan nama "a'il" 

I think that a cute name right?? 😉

Thursday, December 12, 2013

It's hard to be a working mom

Hati saya selalu tercekat, teriris dan sedih jika ada artikel atau pembicaraan tentang ibu bekerja, selalu ada rasa bersalah menjalar dihati karena telah memutuskan untuk menjadi ibu bekerja. Lingkungan keluarga saya dan termasuk saya sendiri dibesarkan oleh ibu yang tidak bekerja, ibu yang mengabdikan hidupnya untuk mengurus keluarga dan membesarkan anaknya "full time". 

terkadang saya bertanya dalam hati, apakah keputusan untuk menjadi ibu bekerja sudah tepat? apakah dengan keputusan ini saya masih bisa menjadi ibu yang baik untuk rafis? pertanyaan ini merupakan hal teratas dalam daftar pertanyaan menakutkan milik saya.

untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, saya mencari beberapa artikel dan referensi dari beberapa buku tentang ibu bekerja. Bukan untuk mencari excuse atau untuk melegakan hati saya, tapi untuk mencari solusi yang terbaik untuk saya dan keluarga kecil saya.

Dari semua artikel yang saya pelajari memang ibu yang full time ada untuk anak lebih baik daripada ibu bekerja, tapi dari artikel-artikel itu juga saya belajar bahwa kunci utamanya bukan karena ibu full time atau ibu bekerja..--tapi rasa cinta--. Bisa saja ibu full time ada di rumah tapi paruh waktu dalam berinteraksi dengan anaknya, atau ibu paruh waktu dalam bekerja tapi full berinteraksi dengan anak bila di rumah. Hasil studi dalam artikel-artikel itu menyimpulkan bahwa sumbangan terpenting bagi perkembangan fisik, emosi dan intelektual anak adalah kemampuan ibu menanggapi isyarat yang dikeluarkan oleh anak. Rasa cinta kepada anaklah yang dihitung, bukan sekedar waktu yang kita berikan. anak pada khususnya bayi memiliki kebutuhan yang intens untuk selalu bersama ibunya, sama mendasarnya dengan dengan kebutuhan bayi akan makanan. Tetapi kebutuhan akan makanan tidaklah terus menerus, begitu juga permintaannya akan ibu. Bayi ingin dipeluk, digendong, diajak bicara, tapi tidak selalu dengan ibunya. Keberadaan ibu, misalanya dengan menyusui adalah kebutuhan yang harus sedapat mungkin diberikan oleh ibu sendiri. "Kemampuan menanggapi" adalah kata yang terpenting.

Dari research yang saya lakukan, maka saya menarik kesimpulan bahwa untuk menjadi ibu bekerja butuh support system dan menejemen waktu yang sangat baik. Alhamdulillah support system yang saya miliki saat ini sudah cukup baik, saya tinggal dilingkungan keluarga yang sepenuhnya mensuport saya yang menjadi ibu bekerja. Selain itu saya juga mendapatkan pengasuh yang tepat untuk rafis.

Ketika saya bekerja, saya menitipkan anak saya kepada ibu saya. Namun peran ibu saya disini bukan untuk mengasuh anak saya, tapi cukup untuk mengawasi cucunya saja. Saya mendapatkan pengasuh paruh waktu. Ketika saya bekerja, dia datang untuk menjaga anak saya. Pengasuh rafis masih bagian dari keluarga saya, jadi saya sangat tahu kualitas kasih sayangnya untuk rafis. memiliki pengasuh yang sayang dan punya perhatian lebih sangat diperlukan untuk ibu bekerja karena bisa mengurangi rasa khawatir pada anak ketika kita bekerja.

Saya bersyukur tinggal dilingkungan keluarga , karena rafis dibanjiri perhatian dan kasih sayang dari nenek, buyut, oom, tante dan sepupu-sepupunya ketika saya bekerja. Yang saya amati, dari keadaan ini rafis jadi sangat komunikatif, cepat bisa bicara karena banyak yang mengajari dan mengajaknya berbicara. di umurnya yang belum genap satu tahun rafis sudah bisa mengucapkan banyak kata.

Saya memutuskan untuk mengambil pengasuh paruh waktu, bertugas menjaga dan mengasuh rafis dari hari senin-jum'at jam 10.00 -12.00 dan jam 13.00-16.30 , saya menyempatkan untuk pulang ketika istirahat siang untuk menyusui rafis dan pengasuh rafis bisa pulang untuk istirahat ketika saya menyusui dan menemani rafis tidur siang. Biasanya saya meninggalkan untuk kembali bekerja ketika rafis sudah tertidur.

Hari sabtu dan minggu pengasuh rafis libur, mengapa saya liburkan??..hal ini semata-mata agar rafis bisa full bersama ayah dan ibu mengingat hari senin-jum'at ayah rafis harus bekerja diluar kota dan saya pun bekerja.Saya memilih pengasuh yang paruh waktu agar ketika saya di rumah, rafis sepenuhnya dalam asuhan saya selain itu agar rafis tidak terlalu bergantung dengan pengasuhnya (ini bisa bikin saya jealous..hehee..).

Saya juga hingga saat ini berusaha keras agar rafis terpenuhi haknya untuk mendapat ASI dan alhamdulillah sampai saat ini rafis masih full ASI. Kegiatan menyusui ini juga sangat membantu saya untuk membangun bonding antara saya dan rafis.

Dengan support system dan menejemen waktu yang saya bangun, saya sangat berharap keputusan saya untuk bekerja tidak mengurangi kebutuhan rafis akan ibunya tapi justru akan membuat rafis menjadi anak yang penuh cinta, pintar dan mandiri..aamiin..aamiin..

Anakku sayang, maafkan ibu tidak ada disampingmu setiap waktu...tapi ibu berjanji akan selalu ada untukmu jika kau membutuhkanku... semoga suatu saat kau akan mengerti dengan keputusan ibu untuk bekerja ya sayang...

With Love

    Ibu